KORBAN LELAKI DATANGLAH KESINI

DARI TANGAN BIDAN
MUNCUL KEAJAIBAN
Home » » Pasangan Usia Subur

Pasangan Usia Subur

Written By ayunfarichah dianhusada on Jumat, 27 Juli 2012 | 22.56

Pasangan Usia Subur Sasaran Utama Program KB

E-mail Print
Padangpanjang, (ANTARA) - Pemko Padangpanjang melalui kantor pemberdayaan perempuan dan KB memprogramkan pasangan usia subur untuk mengikuti program KB sejak dini.
Hal itu dicanangkan Pemko Padangpanjang untuk mengatisipasi lonjakan pertumbuhan penduduk dengan menekan angka kelahiran 15 tahun kedepan di kota itu.
"Program itu sebetulnya sudah kita lalukan beberapa tahun lalu, namun kedepan akan lebih kita intensifkan,"kata kepala Kantor Pemeberdayaan Perempuan dan KB kota Padangpanjang Rafles Sama kepada antara-sumbar.com, Kamis.
Pasangan usia subur kata dia, merupakan sasarn utama dalam menekan angka kelahiran, karena dalm usia yang masih produktif itu sering tidak terkendali dalam melahirkan.
"Usia subur sangat berpotensi untuk berkembang biak. Lain halnya dengan pasangan yang sudah beranjak senja, mereka masih bisa memproduksi namun mengingat kondisi baik itu ekonomi dan lainnya, maka mereka dengan sendirinya bisa menekan angka kelahiran, dengan menunda kehamilan"katanya.
Namun hal itu terkadang tidak berlaku pada pasangan usia subur, mereka kapan saja bisa berproduksi. "Terkadang pasangan usia subur ini tidak terlalu memikirkan program KB, sehingga butuh pencerahan dalam menekan angka kelahiran pada usia subur,"sebutnya.
Kata dia, lonjakan pertumbuhan penduduk beberapa tahun terakhir cukup signifikan, hal itu terlihat dari hasil sesus penduduk yang dilaksakan beberapa bulan lalu.
"Untuk kota padangpanjang angka yang pasti belum saya ketahui, namun yang pasti pertumbuhan penduduk di kota ini terlihat naik dari yang sebelumnya," katanya.
Ia juga menyebutkan, di Kota Padangpanjang sendiri saat ini memiliki sekitar 500 orang kader yang nantinya kan berperan untuk menyosialisasikan program KB tersebut.
"Selain kader, saat ini Pemko Padangpanjang juga memiliki Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang berjumlah 5 orang tersebar di dua kecamatan yang ada" ujarnya.
Namun kata Rafles, selama ini petugas lapangan sering mengalami kendala dalam menyosialisasikan program KB tersebut diantaranya para peserta KB tidak mengerti dengan KB itu sendiri dan lainnya.
"Memang untuk melaksanakan program KB pada masyarakat terkadang ada kendala seperti kurangnya SDM yang dimiliki masyarakat tentang KB itu, sehingga perlu referensi dan pencerahan yang cukup ekpada para peserta KB," katanya.
Untuk mengatasi kendala itu, menurut Rafles perlu pembekalan kepada petugas lapangan untuk menyosialisasikan ke pada masyarakat.
'Kedepan kita akan mencoba berkoordinasi dengan instansi terkait dalam merekrut anggota PLKB sebagai ujung tombak dalam melaksanakan program KB ini," sebutnya. (antara-sumbar/humas)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Translate

Kampus Dian Husada

Stikes Dian Husada

Rumah Sakit Dian Husada

Stikes Dian Husada

Google+ Badge

Google+ Followers

Pengikut

@ayunfarichah. Diberdayakan oleh Blogger.