KORBAN LELAKI DATANGLAH KESINI

DARI TANGAN BIDAN
MUNCUL KEAJAIBAN
Home » » Penatalaksanaan kegawat daruratan obstetric

Penatalaksanaan kegawat daruratan obstetric

Written By ayunfarichah dianhusada on Kamis, 27 Februari 2014 | 06.30

KEGAWAT DARURATAN OBSTETRI
Meliputi:
1. perdarahan dalam kehamilan trimester III
2. preeklamsia/ Eklamsia
3. sepsis puerperalis
4. syok dibidang obstetri
5. distosia bahu
6. prolapsus tali pusat
7. persalinan macet dan cephalopelvic disproportion
8. ruptur uteri
9. komplikasi kala III (perdarahan postpartum, retensio plasenta)

PERDARAHAN DALAM KEHAMILAN
TRIMESTER III/ ANTEPARTUM

• Perdarahan dalam kehamilan ? umur kehamilan berapa?
   i. Kehamilan muda ? perdarahan pervaginam dgn UK < 20 mg
      Diagnosis banding :
      1. bermacam-macam jenis abortus
      2. kehamilan mola hidatidosa
      3. kehamilan ektopik tuba yang ruptur.
      4. perdarahan akibat sebab lain (trauma, erosi, keganasan, dsb)
  ii. Kehamilan lanjut/ antepartum ? perdarahan pervaginam setelah UK 28 mgg (atau 20 mgg) sampai sblm bayi dilahirkan
      • Insidensi: 2-5% dari seluruh kehamilan
      • Berbagai penyebab perdarahan antepartum
         i. solusio plasenta: 40%-1% kehamilan
         ii. Tidak terklasifikasi: 35% (mis ruptur sinus marginalis,vasa previa)
         iii. plasenta previa: 20%-½% kehamilan
         iv. Lesi sal genital bawah : 5%
         v. Lain-lain
      • Perdarahan > 28 mgg ? lebih berbahaya krn bersumber pd kel plasenta
      • Yg bersumber pd kel plasenta:
         i. Plasenta previa
         ii. Solusio plasenta

PLASENTA PREVIA
• keadaan letak plasenta abnormal, yaitu pada SBR, sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir
• jenis:
1) Plasenta previa totalis : jika seluruh pembukaan jalan lahir tertutup jaringan plasenta.
2) Plasenta previa parsialis/lateralis : jika sebagian pembukaan jalan lahir tertutup jaringan plasenta.
3) Plasenta previa marginalis : jika tepi plasenta berada tepat pada tepi pembukaan jalan lahir.
4) Plasenta letak rendah : jika plasenta terletak pada segmen bawah uterus, tetapi tidak sampai menutupi pembukaan jalan lahir.
• Etiologi :
a) Belum jelas
b) Vaskularisasi berkuran atau atrofi desidua krn persalinan sebelumnya ( ?)
c) Kehamilan kembar ? perluasan permukaan
d) Tumor/ mioma
e) Faktor resiko : primi tua (>35 th) 10X dibanding <25 th
• Faktor risiko plasenta previa
a) Riwayat plasenta previa sebelumnya
b) Riwayat seksio caesaria atau operasi uterus
c) multiparitas (5% pada pasien grand multipara)
d) Gravida tua
e) Kehamilan multipel
f) merokok
• Gejala/tanda:
1) perdarahan warna merah segar per vaginam tanpa rasa nyeri (kecuali dlm persalinan), initial bleeding ? tidak banyak
2) Status hemodinamik ibu menggambarkan jumlah perdarahan pervaginam
3) Dapat ditoleransi dengan baik oleh janin kecuali jika ibu tidak stabil
4) Ultrasonografi memperlihatkan adanya plasenta previa
5) bagian terbawah janin belum masuk panggul atau ada kelainan letak janin.
6) pada pemeriksaan jalan lahir teraba jaringan plasenta (lunak).
7) dapat disertai gawat janin sampai kematian janin, tergantung beratnya.
• Diagnosis:
Prinsip:
• curigai penyebabnya adalah PLASENTA PREVIA sampai terbuktu salah!
• JANGAN LAKUKAN PEMERIKSAAN DALAM!
1) Anamnesis: riwayat perdarahan, tidak nyeri, darah merah segar.
2) Pemeriksaan luar: bag. terbawah janin belum masuk pintu atas panggul, atau terdapat kel letak janin
3) USG
4) hati-hati:
a. pemeriksaan in spekulo ? tampak perdarahan dari ostium
b. pemeriksaan dalam ? perabaan fornises, di luar / tepi porsio serviks akan teraba bagian / area yang lunak (OK SIAP!)
5) Tes Kleihauer-Betke: vaginal dan/atau darah maternal
• Penatalaksanaan (lihat alur penanganan perdarahan pervaginam)
1) Penatalaksanaan pasif ? dilakukan apabila perdarahannya berupa initial bleeding
Prinsip:
a) jika UK belum optimal & dapat dipertahankan, perdarahan umumnya tidak berat dan dapat berhenti dengan sendirinya.
b) Pasien bedrest total di RS (persiapan darah & Operasi cito)
2) Pilihan persalinan : tergantung dari letak / derajat plasenta previa, keadaan umum ibu, keadaan janin. Misalnya: plasenta previa marginalis/ plasenta letak rendah ? amniotomi ? menekan plasenta dan menghentikan perdarahan ? bila SC tdk memungkinkan
• TATALAKSANA - ABC ’s
1) Jelaskan pada pasien
2) Observasi ibu dan janin
3) Infus dengan kateter vena ukuran besar
4) Cairan kristaloid
5) DPL dan status koagulasi
6) Cek golongan darah dan cross match
7) Cari pertolongan

SOLUSIO PLASENTA
• Definisi : terlepasnya plasenta yang letaknya normal sebelum lahirnya janin
• Terlepasnya plasenta :
a) Seluruhnya/ solusio plasenta totalis ? kematian janin
b) Sebagian/ solusio plasenta parsialis ? 30-50%
c) Pinggir plasenta/ ruptura sinus marginalis
• Scr klinis :
1) Solusio plasenta ringan ? mis ruptur sinus marginalis/ sebagian kecil plasenta, ibu & janin tdk terpengaruh,
2) Solusio plasenta sedang ? terlepas ¼ s/d 2/3 bag, perdarahan kl. 1000 ml, ibu syok, janin mati/ gawat
3) Solusio plasenta berat ? terlepas > 2/3 bag, ibu syok, janin mati
• Etiologi : belum jelas ? umur ibu tua, multiparitas, Hipertensi menahun, preeklamsia, tali pusat pendek, def as. folat
• Faktor risiko solusio plasenta
• hipertensi: pada kehamilan dan sebelumnya
• Trauma abdomen
• Penyalahgunaan obat (kokain dan obat bius)
• Riwayat solusio sebelumnya
• Peregangan uterus berlebihan
– gemelli, polihidramnion
• merokok, khususnya >1 bungkus /hari
• Gambaran klinis solusio plasenta
• Perdarahan pervaginam tanpa nyeri, terus menerus
• Adanya faktor risiko
• status hemodinamik mungkin tidak berhubungan dengan jumlah perdarahan pervaginam – (pada jenis concaeled)
• Mungkin dapat terjadi gawat janin
• uterus - nyeri, irritabel, kontraksi atau tetanik
• Dengan USG dapat disingkirkan adanya plasenta previa dan dapat menunjukkan adanya perdarahan retroplasenta
• Alur Penatalaksanaan Solusio Plasenta

• Prinsip penanganan solusio plasenta sedang s/d berat:
1) tranfusi darah ? perbaikan KU
2) pemecahan ketuban
3) infus oksitosin
4) SC jika diperlukan
• Komplikasi :
• Perdarahan ? antepartum, intrapartum dan postpartum ? karena uterus Couvelaire (ekstravasasi darah diantara miometrium)
• Kelainan pembekuan darah ? hipofibrinogenemia krn pembekuan darah retroplasenter
Cara sederhana : ambil 5 ml darah ibu dlm 15 ml, digoyang tiap 1 menit sekali ? tidak tjd dlm 6 menit
• Oliguria
• Gawat janin

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Translate

Kampus Dian Husada

Stikes Dian Husada

Rumah Sakit Dian Husada

Stikes Dian Husada

Google+ Badge

Google+ Followers

Pengikut

@ayunfarichah. Diberdayakan oleh Blogger.